Jateng Gandeng 12 Negara Uni Eropa Perluas Program Low Carbon Rice

Jateng Gandeng 12 Negara Uni Eropa Perluas Program Low Carbon Rice. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat kerja sama internasional untuk memperluas praktik pertanian berkelanjutan. Kali ini, Jateng menggandeng Uni Eropa dan 12 negara anggotanya dalam pengembangan program low carbon rice atau budidaya padi rendah emisi karbon.

Kolaborasi ini ditandai dengan kunjungan kehormatan Duta Besar Uni Eropa Denis Chaibi bersama delegasi dari 12 negara, termasuk Jerman, Belanda, Swedia, hingga Polandia, di Balai Kota Surakarta, Senin 30 Juni 2025.

Bacaan Lainnya

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, menegaskan pentingnya kolaborasi global untuk menjawab tantangan perubahan iklim.

“Low carbon rice adalah bagian dari strategi swasembada pangan yang ramah lingkungan. Kami ingin pertanian berkelanjutan jadi tulang punggung ekonomi hijau,” tegasnya.

Jawa Tengah menjadi salah satu lumbung pangan nasional dengan luas tanam padi mencapai 1,5 juta hektare dan produksi 8,8 juta ton gabah kering pada 2024. Tahun ini, target produksi ditingkatkan menjadi 11,8 juta ton.

Program low carbon rice sendiri sudah berjalan sejak 2022 di Boyolali, Klaten, dan Sragen, dan berhasil menurunkan emisi karbon hingga 80% serta menekan biaya produksi hingga 40%.

Inisiatif yang dilakukan termasuk konversi mesin giling padi dari solar ke listrik., pengurangan pupuk kimia, penggunaan pestisida organik, dan optimalisasi irigasi hemat air.

“Kami sudah mulai uji coba penggunaan energi surya untuk penggilingan padi di beberapa lokasi,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Dyah Lukisari.

Ekspansi program ini juga didukung melalui dana CSR. Bank Indonesia, misalnya, telah menggelontorkan dana sekitar Rp 1,8 miliar untuk konversi mesin penggilingan di enam kabupaten, termasuk Demak, Jepara, dan Semarang.

Sementara itu, Uni Eropa menyatakan ketertarikan untuk belajar dan mendukung praktik ini.

“Kami ke sini bukan hanya untuk melihat, tetapi juga belajar dari Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan dunia,” ujar Denis Chaibi, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia.

Program ini diproyeksikan akan terus berkembang di seluruh wilayah Jawa Tengah, dengan dukungan APBD mulai 2026 dan potensi kolaborasi lebih luas bersama mitra internasional.(KS01)

About The Author

Pos terkait