Tanpa Amunisi Asing, Kesatria Bengawan Solo Kewalahan Hadapi RANS di IBL GoPay 2026

Tanpa Amunisi Asing, Kesatria Bengawan Solo Kewalahan Hadapi RANS di IBL GoPay 2026 (Kliksolonews/Benediktus Candra)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Langkah Kesatria Bengawan Solo di kompetisi IBL GoPay 2026 harus diawali dengan hasil pahit. Bermain di kandang sendiri, Sritex Arena Solo, Sabtu (10/1/2026), tim kebanggaan Kota Bengawan itu harus mengakui keunggulan RANS Simba Bogor dengan skor mencolok 63–101.

Kesatria tampil pincang pada laga pembuka musim ini. Tim asuhan Anthony Garbelotto belum dapat menurunkan pemain asing akibat persoalan administrasi registrasi, sehingga sepanjang pertandingan hanya mengandalkan kekuatan pemain lokal.

Bacaan Lainnya

Kondisi tersebut membuat Kesatria kesulitan mengimbangi agresivitas RANS, terutama setelah kuarter pertama. Meski sempat memberikan perlawanan di awal laga, perlahan dominasi tim tamu tak terbendung hingga peluit akhir berbunyi.

Pelatih Kepala Kesatria Bengawan Solo, Anthony Garbelotto, tak menampik absennya pemain asing sangat memengaruhi performa timnya di lapangan.

“Situasi ini jelas tidak ideal. Kami sudah menyiapkan game plan dengan komposisi lengkap, tapi akhirnya harus berubah total. Para pemain sudah berusaha keras, namun fisik dan rotasi menjadi kendala besar,” ujarnya usai pertandingan.

Garbelotto berharap masalah administrasi bisa segera diselesaikan agar Kesatria dapat tampil dengan kekuatan penuh pada laga-laga berikutnya.

“Saat pemain asing sudah bisa dimainkan, saya yakin tim ini akan jauh lebih kompetitif,” tambahnya.

Di tengah kekalahan telak tersebut, Kesatria tetap mencatatkan sisi positif. Seluruh pemain yang masuk dalam daftar roster berhasil mencetak angka. Avan Seputra menjadi penyumbang poin terbanyak bagi tuan rumah dengan torehan 16 poin.

Avan menegaskan bahwa para pemain lokal tetap berkomitmen memberikan yang terbaik meski situasi tidak menguntungkan.

“Kami fokus bermain dan menjalankan instruksi pelatih. Soal pemain asing itu di luar kendali kami. Yang penting, kami tidak menyerah dan terus berjuang,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kepastian absennya pemain asing baru diketahui menjelang pertandingan dimulai, sehingga strategi yang telah disiapkan tidak bisa diterapkan sepenuhnya.

Sementara itu, dari kubu RANS Simba Bogor, pelatih Brian Maurice Rowsom mengakui bahwa kondisi Kesatria memberi keuntungan tersendiri bagi timnya.

“Kami sebenarnya mempersiapkan diri menghadapi Kesatria dengan kekuatan penuh. Tapi situasi di lapangan jelas berbeda. Meski begitu, kami tetap bermain disiplin dan menjalankan rencana permainan,” ujarnya.

Pada pertandingan selanjutnya, Kesatria Bengawan Solo dijadwalkan menghadapi Rajawali Medan. Laga tersebut diharapkan menjadi momentum kebangkitan, sekaligus kesempatan bagi Kesatria menunjukkan wajah sebenarnya di kompetisi IBL GoPay 2026. (KS2)

About The Author

Pos terkait