SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Kondisi lapangan Stadion Manahan menjadi sorotan saat laga antara Persis Solo menghadapi Semen Padang FC dalam lanjutan Super League 2025/2026, Minggu (12/4/2026).
Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Persis itu diwarnai genangan air di sejumlah titik lapangan, terutama saat babak kedua berlangsung.
Sejak babak pertama, hujan deras mengguyur kawasan stadion. Meski demikian, Persis mampu unggul lebih dulu lewat gol Miroslav Maricic pada menit ke-37.
Memasuki babak kedua, kondisi lapangan memburuk. Genangan air membuat pertandingan sempat ditunda sekitar 10 menit. Wasit akhirnya memutuskan laga tetap dilanjutkan meski permukaan lapangan belum sepenuhnya ideal.
Kondisi lapangan yang tergenang membuat kedua tim kesulitan mengembangkan permainan. Aliran bola menjadi tidak lancar, sehingga pemain lebih sering mengandalkan umpan panjang.
Maricic mengakui situasi tersebut cukup menyulitkan timnya, terutama dalam membangun serangan.
Meski begitu, Persis tetap mampu mengamankan kemenangan. Setelah sempat kebobolan lewat gol bunuh diri Sutanto Tan pada menit ke-68, tuan rumah kembali unggul lewat gol Dejan Tumbas di menit ke-77.

“Saya senang bisa mencetak gol. Babak pertama kita tidak bermain dengan begitu baik, tapi kita bisa mencetak gol. Babak kedua, sangat sulit karena lapangan berair, kita memainkan long ball, dan terus berjuang. Raihan 3 poin serasa ini serasa 6 poin,” kata Maricic saat konferensi pers di Stadion Manahan Solo,” Minggu (12/4/2026).
Kritik Tajam: Lapangan Disebut Seperti Sawah
Kondisi lapangan mendapat kritik keras dari Penasihat Semen Padang, Andre Rosiade. Ia menilai kualitas drainase stadion masih jauh dari ideal.
Menurutnya, genangan air yang terjadi membuat kualitas pertandingan menurun drastis, terutama pada babak kedua.
“Kondisi lapangan ini PR besar, saya terus terang sangat menyayangkan. Ini proyek dikerjakan Kementrian PUPR di periode Pak Jokowi, kayak sawah kalau menurut saya,” tegas Andre usai pertandingan.
Ia bahkan membandingkan kondisi tersebut dengan kandang Semen Padang, yakni Stadion Haji Agus Salim, yang dinilai memiliki sistem drainase lebih baik.
Andre mendorong adanya evaluasi serius terhadap kualitas lapangan Stadion Manahan. Ia juga menyarankan agar manajemen Persis berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan, khususnya pada sistem drainase.
“Menurut saya ini harus dievaluasi. Kok dikerjakan pemerintah, jadi kayak sawah. Mengganggu kualitas permainan kedua tim. Seharusnya pertandingan menarik seperti di babak pertama, tapi kurang menarik pada babak kedua, karena memang jadi kayak sawah gitu stadionnya,” jelasnya.
Menurutnya, sangat disayangkan stadion berstandar nasional seperti Manahan masih memiliki kendala mendasar yang dapat memengaruhi jalannya pertandingan.
Terlepas dari kondisi lapangan yang kurang ideal, Persis Solo tetap berhasil mengamankan tiga poin penting. Kemenangan ini menjadi modal berharga dalam persaingan ketat di papan bawah klasemen.(ks01)






