LAHAT, KLIKSOLONEWS.COM – Warga Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, digemparkan oleh kasus pembunuhan sadis yang disertai mutilasi.
Peristiwa tragis ini akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian dalam waktu kurang dari 24 jam setelah penemuan potongan tubuh korban.
Pelaku berinisial AF (23) diketahui menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri, SA (63). Aksi keji tersebut diduga dipicu oleh persoalan ekonomi serta ketergantungan pelaku terhadap judi online jenis slot.
Kasus ini mulai terkuak ketika warga Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, menemukan gundukan tanah mencurigakan di area kebun milik korban. Kecurigaan semakin kuat karena korban sudah tidak terlihat selama beberapa hari.
Saat dilakukan penggalian bersama perangkat desa, warga menemukan tiga karung plastik berisi potongan tubuh manusia. Temuan mengerikan itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, mengungkapkan bahwa warga sempat terkejut saat membuka karung tersebut. Isi di dalamnya diduga kuat merupakan bagian tubuh korban yang hilang.
“Saat karung dibuka, warga mendapati potongan tubuh manusia yang diduga merupakan korban. Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian,” ujar Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga motif pembunuhan berkaitan dengan permintaan uang dari pelaku yang tidak dipenuhi oleh korban. Hal ini memicu emosi pelaku hingga nekat melakukan tindakan brutal.
Kasat Reskrim Polres Lahat, AKP Muhammad Ridho Pradani, menjelaskan bahwa kejadian pembunuhan berlangsung pada akhir Maret 2026 di kediaman korban di Desa Danau Belidang, Kecamatan Mulak Sebingkai.
Dalam kondisi emosi, pelaku menyerang korban hingga meninggal dunia. Setelah itu, tubuh korban dipotong-potong dengan tujuan menghilangkan jejak dan memudahkan proses pembuangan.
“Motifnya diduga kuat karena pelaku emosi korban menolak memberikan uang yang rencananya akan digunakan untuk bermain judi slot,” terang AKP Ridho.
Untuk menyamarkan aksinya, pelaku bahkan melibatkan dua orang rekannya. Mereka diminta membantu menggali lubang dengan alasan pekerjaan kebun. Tanpa mengetahui tujuan sebenarnya, kedua orang tersebut menerima upah sebesar Rp300 ribu.
Potongan tubuh korban kemudian dikubur di lokasi berbeda di wilayah Desa Karang Dalam. Polisi memastikan kedua orang yang membantu menggali lubang tidak mengetahui bahwa mereka terlibat dalam upaya menghilangkan barang bukti kejahatan.
Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolres Lahat dan tengah menjalani pemeriksaan intensif. Aparat kepolisian masih mendalami kasus ini untuk mengungkap detail kronologi serta kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi tindakan tersebut.(ks01)






