CEK FAKTA: Lowongan Ombudsman RI Viral di Facebook, Waspada Link Palsu Pencuri Data

CEK FAKTA: Lowongan Ombudsman RI Viral di Facebook, Waspada Link Palsu Pencuri Data. (KlikSoloNews/dok Komdigi)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim adanya lowongan kerja dari Ombudsman Republik Indonesia viral dan menjadi perhatian publik.

Dalam unggahan tersebut, disebutkan adanya pendaftaran untuk posisi kepala perwakilan di seluruh Indonesia.

Bacaan Lainnya

Unggahan itu juga menyertakan tautan yang diklaim sebagai akses resmi pendaftaran, serta meminta pelamar mengisi data pribadi seperti nama, alamat, hingga nomor kontak.

Berikut penjelasan Lowongan Ombudsman RI Viral di Facebook, cek faktanya.

Dilansir laman resmi Komdigi, informasi tersebut dipastikan tidak benar alias hoaks. Berdasarkan penelusuran dari TurnBackHoax, tautan yang beredar bukan merupakan situs resmi Ombudsman.

Link tersebut justru mengarah ke formulir tidak resmi yang berpotensi digunakan untuk mengumpulkan data pribadi pengguna secara ilegal.

Praktik seperti ini berisiko tinggi, karena data yang dikumpulkan bisa disalahgunakan untuk berbagai kejahatan digital, termasuk penipuan.

Proses seleksi anggota Ombudsman periode 2026–2031 tidak dilakukan melalui link semacam itu. Rekrutmen resmi hanya dilakukan melalui jalur dan platform pemerintah yang sah, seperti situs Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Selain itu, mekanisme seleksi juga berlangsung secara bertahap dan transparan, mulai dari seleksi administrasi hingga uji kelayakan dan kepatutan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Fakta: Proses Seleksi Sudah Berjalan

Faktanya, proses seleksi anggota Ombudsman periode 2026–2031 bahkan telah berjalan dan menghasilkan nama-nama calon yang telah disetujui DPR.

Dengan demikian, klaim adanya pendaftaran terbuka melalui media sosial jelas tidak sesuai dengan fakta yang ada.

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap informasi lowongan kerja yang beredar di media sosial, terutama yang mencantumkan link mencurigakan.

Pastikan selalu mengecek kebenaran informasi melalui situs resmi pemerintah atau lembaga terkait sebelum mengisi data pribadi.(KS01)

About The Author

Pos terkait