SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Perbincangan soal kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali ramai di media sosial.
Kali ini, warganet membandingkan menu yang disediakan dalam program tersebut dengan makanan yang bisa dibeli di jaringan ritel Superindo dengan harga yang setara.
Dalam sebuah video yang viral di platform X (dulu Twitter), terlihat perbandingan menu makanan. Dengan nominal yang disebut setara dengan anggaran MBG per porsi, Superindo dinilai mampu menyajikan makanan yang lebih layak, lengkap, dan memenuhi standar gizi.
Keterangan dalam unggahan tersebut berbunyi, “Netizen bandingkan makanan di Superindo yang harganya setara dengan menu MBG.” Video itu langsung menuai beragam reaksi dari warganet yang menilai adanya ketimpangan kualitas.
Sejumlah pengguna media sosial menyoroti bahwa menu yang tersedia di program MBG selama ini kerap mendapat kritik. Mulai dari kualitas makanan yang dinilai kurang layak, adanya laporan makanan basi, hingga dugaan kasus keracunan yang sempat mencuat di beberapa daerah.
Sebaliknya, menu yang ditampilkan dari Superindo justru terlihat lebih segar, higienis, dan variatif. Hal ini memicu perbandingan tajam, bahkan tak sedikit warganet yang menyarankan agar pihak ritel modern tersebut dilibatkan sebagai penyedia makanan dalam program MBG.
“Dengan harga segitu, ternyata bisa dapat makanan yang lebih manusiawi dan bergizi,” tulis salah satu komentar warganet.
Fenomena ini memunculkan diskusi lebih luas mengenai transparansi anggaran, kualitas distribusi makanan, hingga pengawasan dalam pelaksanaan program MBG.
Banyak pihak berharap pemerintah dapat melakukan evaluasi menyeluruh agar tujuan utama program, yakni meningkatkan gizi anak-anak, benar-benar tercapai.
Di sisi lain, belum ada tanggapan resmi dari pihak penyelenggara MBG terkait perbandingan yang viral tersebut. Namun, tekanan publik di media sosial diperkirakan akan mendorong adanya klarifikasi maupun perbaikan ke depan.
Isu ini menjadi pengingat bahwa kualitas makanan dalam program sosial bukan hanya soal harga, tetapi juga menyangkut kesehatan, keselamatan, dan masa depan generasi muda.(KS01)






