JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan perlunya perubahan besar-besaran pada iklim investasi nasional untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Pembukaan Rapimnas Kadin 2025 di Jakarta, Senin (1/12).
Menkeu menyoroti rendahnya daya saing Indonesia dibanding negara-negara di kawasan seperti Vietnam, Thailand, Singapura, hingga Malaysia. Ia mencontohkan keputusan Nvidia yang memilih Johor sebagai lokasi investasi, bukan Indonesia.
Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah telah membentuk Task Force Debottlenecking untuk menyelesaikan hambatan-hambatan investasi yang selama ini menghambat aktivitas bisnis. Gugus tugas tersebut akan menjadi kanal resmi bagi pelaku usaha dalam menyampaikan kendala di lapangan.
“Kalau ada hambatan di bisnis Anda, Anda bisa lapor dan kami akan sidangkan. Saya sudah memutuskan mengalokasikan waktu satu hari penuh untuk memimpin sidang debottlenecking,” ujarnya.
Ia percaya pendekatan berbasis realitas lapangan akan mempercepat perbaikan regulasi. Keyakinan tersebut didukung pengalaman penyelesaian 193 kasus debottlenecking dengan nilai mencapai Rp894 triliun pada 2016–2019.
Pemerintah menilai reformasi kebijakan harus dibangun dari kebutuhan nyata para pelaku usaha. “Ke depan, iklim bisnis akan kita perbaiki tahap demi tahap. Bukan dari peraturan ke lapangan, tapi dari lapangan ke peraturan,” tambah Menkeu.
Selain penyederhanaan birokrasi, pemerintah juga memperkuat perlindungan pasar domestik dari barang ilegal impor, termasuk pengetatan masuknya produk bekas. Langkah tersebut dinilai penting agar industri lokal tidak tergerus.
Melalui kombinasi kebijakan fiskal, sektor keuangan, penguatan permintaan domestik, serta percepatan reformasi investasi, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6% mulai tahun depan. Selanjutnya, target jangka menengah ditetapkan pada tingkat pertumbuhan 8% dalam 4–5 tahun ke depan.
“Angka 8% memang tidak mudah, tapi bukan tidak mungkin. Dengan perbaikan yang konsisten, itu bisa dicapai,” tutup Purbaya. (KS1)






