Sepeda Listrik Gubernur Ahmad Luthfi Dirujak Netizen, Pasbata Minta Publik Fokus pada Kampanye Hemat Energi

Sepeda Listrik Gubernur Ahmad Luthfi Dirujak Netizen, Pasbata Minta Publik Fokus pada Kampanye Hemat Energi. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Aksi Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menggunakan sepeda listrik dalam kampanye hemat energi menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Namun, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pasbata Jawa Tengah menilai isu tersebut mulai bergeser dari substansi dan cenderung dipolitisasi.

Bacaan Lainnya

Ketua DPD Pasbata Jawa Tengah, Danang HS, menyayangkan adanya narasi yang dinilai membentuk opini negatif terhadap langkah sederhana yang sebenarnya membawa pesan positif.

“Sepeda ini seharusnya dilihat sebagai simbol gaya hidup sehat dan hemat energi. Tapi yang terjadi justru digeser ke ranah politik,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Menurut Danang, penggunaan sepeda oleh kepala daerah merupakan bagian dari edukasi publik untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus mendorong pola hidup sehat.

Ia menegaskan bahwa pesan utama dari aksi tersebut adalah kesadaran lingkungan, bukan kepentingan politik.

“Ini bentuk ajakan sederhana, tapi bermakna besar. Sayangnya, narasi yang berkembang justru menjauh dari tujuan awal,” jelasnya.

Danang juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh framing di media sosial yang belum tentu mencerminkan fakta secara utuh.

Menurutnya, fenomena viral sering kali bukan pada peristiwa itu sendiri, melainkan cara isu tersebut dikemas.

“Kegiatan sederhana bisa terlihat kontroversial jika dibingkai secara berbeda. Di sinilah publik harus lebih bijak,” tegasnya.

Terkait munculnya isu Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Pasbata menilai pembahasan tersebut masih prematur.

Danang menjelaskan bahwa pelaporan kekayaan pejabat memiliki aturan dan waktu tertentu, sehingga tidak bisa langsung diasumsikan sebagai pelanggaran.

“Ada kemungkinan sepeda itu baru dimiliki, bagian dari kerja sama, atau bahkan hanya dipinjam. Jadi tidak bisa langsung disimpulkan,” katanya.

Program Pemerintah Tetap Berjalan

Lebih lanjut, Danang menegaskan bahwa pemerintahan Ahmad Luthfi bersama Taj Yasin Maimoen tetap fokus menjalankan program prioritas di berbagai sektor.

Beberapa capaian yang disoroti meliputi penanganan bencana yang lebih terintegrasi, penguatan infrastruktur daerah, peningkatan investasi, dan kemajuan sektor pendidikan dan kesehatan.

Selain itu, sejumlah program pro-rakyat terus digencarkan, seperti layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling), pendidikan gratis melalui sekolah kemitraan, beasiswa santri, hingga perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mendorong konsep collaborative government dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga mitra internasional.

Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Program tetap berjalan dan manfaatnya sudah dirasakan masyarakat. Jangan sampai isu yang tidak substansial justru menutupi hal itu,” pungkas Danang.

Harga Sepeda Listrik Lebih Mahal dari Toyota Calya

Diberitakan sebelumnya, aksi hemat energi bike to work sepeda listrik Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi dirujak netizen.

 

Di balik aksi gowes tersebut, perhatian publik justru tertuju pada sepeda yang digunakan sang gubernur. Dari berbagai informasi yang beredar, sepeda tersebut diduga merupakan Specialized Turbo Levo.

Harga sepeda listrik Specialized Turbo Levo yang dikendarai Gubeernur Ahmad luthfi lebih mahal dari Toyota Calya. (KlikSoloNews/dok)

Sepeda ini termasuk dalam kategori e-MTB (Electric Mountain Bike) dengan desain full-suspension modern. Dilengkapi motor penggerak dan baterai terintegrasi, sepeda ini mampu memberikan bantuan tenaga saat dikayuh.

Teknologi tersebut membuatnya nyaman digunakan di berbagai medan, baik jalur perkotaan maupun medan berbukit.

Yang membuat heboh, harga sepeda listrik tersebut diperkirakan mencapai Rp130 juta hingga Rp190 juta di pasar Indonesia, tergantung spesifikasinya.

Harga itu bahkan disebut-sebut lebih mahal dibandingkan mobil low MPV seperti Toyota Calya yang saat ini dibanderol Rp170 jutaan, yang membuat netizen semakin ramai membicarakan aksi sang gubernur.(ks01)

About The Author

Pos terkait